Menampilkan: 1 - 2 dari 2 HASIL

Pengalaman Berburu Borobudur Sunrise dari Hotel Manohara

Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara

Hello!

Salah satu bucket list tahun 2018-ku adalah berburu sunrise di Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia. Tempat ini emang cukup populer untuk dinikmati di berbagai waktu, mulai dari subuh sampai dengan sore hari. Sewaktu kecil, tiap ke Yogyakarta pasti bakal melipir ke Magelang dan mampir ke Candi Borobudur.

Di blog post kali ini, aku mau sharing pengalaman berburu sunrise di Candi Borobudur. Siapa tau ada yang lagi menyusun rencana untuk ke sini juga, kan~

Pengalaman Berburu Sunrise Borobudur

Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Menanti matahari terbit~
Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Pemandangan Candi Borobudur di sisi lain

Berhubung Candi Borobudur baru dibuka pukul 6 pagi, jadi bakal mustahil buat masuk lewat jalur biasa kalau mau berburu sunrise di sini. Salah satu cara yang paling populer adalah melalui Hotel Manohara. Sayangnya, kalau mau menginap di sini agak sulit karena banyak peminatnya. Beberapa kali cari melalui situs booking hotel, full terus, huhuhu.

Selidik punya selidik, ternyata kalau mau menikmati sunrise Candi Borobudur, nggak perlu sampai menginap di Hotel Manohara kok!

Berangkat dari Yogyakarta Pukul 3:00

Pilihan hotelku waktu itu jatuh pada Greenhost Boutique Hotel di Jalan Prawirotaman. Aku dan teman-teman berangkat dari hotel sekitar jam 3:00, naik mobil. Perjalanan lancar banget, ya namanya juga jam segitu, siapa juga yang mau kelayapan. Hahaha.

Waktu itu sampai di Hotel Manohara sekitar azan subuh waktu setempat. Jadi aku solat dulu sebelum bergerak lagi.

Beli Tiket di Lobby Hotel Manohara

Tiket untuk masuk Candi Borobudur di waktu sunrise bisa dibeli di lobby Hotel Manohara. Ada loketnya tersedia. Harga tiket untuk wisatawan domestik waktu itu (bulan Mei 2018) adalah Rp325.000. Kalau wisatawan asing lebih mahal, agak lupa berapa, tapi kalau nggak salah sekitar Rp400.000-500.000

Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Lobby Hotel Manohara
Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Tiket Borobudur Sunrise

Kami juga dapat senter untuk dibawa sambil jalan menuju Candi Borobudur. Di sini nggak ada lampu jalan, jadi kalau belum ada matahari ya gelap gulita aja. Hahaha.

Cari Spot Duduk!

Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Udah banyak yang siap sedia mennati matahari terbit

Ini dia yang lumayan sulit, nggak tahu deh orang-orang di sini pada datang jam berapa. Jam 5:00 aja udah rame banget hahaha. Mungkin harusnya datang lebih pagi lagi, biar dapat spot duduk yang asyik. Sembari nunggu matahari terbit, bisa duduk-duduk atau jalan-jalan keliling candi. Kalau aku sih mending duduk-duduk aja, sambil siapin kamera. Takut posisi idealnya keambil orang, hehe.

Nikmati Sunrise

Matahari terbit waktu itu sekitar 5:20-5:30-an. Kegiatan pas ini ya cuma duduk sambil menikmati keindahannya dan sesekali ambil foto. Ternyata banyak juga yang udah standby emang mau berburu foto di sini.

Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Mathari udah hampir nongol
Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Udah mulai kelihatan, yey!!

Nggak banyak orang yang ngobrol di momen matahari terbit ini. Nggak tau emang khusyuk menikmati atau sibuk foto-foto dan Instagram Story… Hahaha.

Jalan-jalan Keliling Borobudur

Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Foto-foto di Candi Borobudur
Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Kebetulan ada acara keagamaan juga saat itu
Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Keliling Borobudur sambil belajar sejarahnya

Kalau matahari sudah terbit sempurna, lalu apa lagi? Bisa jalan-jalan keliling candi dong. Kalau datang sama tour guide-nya, bakal dijelasin sejarah dan cerita dari Candi Borobudur ini. Jalan-jalan sama tour guide ini paling lama sekitar 1 jam aja.

Setelah itu, di pendopo bawah dekat Hotel Manohara akan disajikan sarapan. Cuma teh, kopi, sama roti-rotian sih. Lumayan banget buat ngeganjel perut sebelum perjalanan balik ke Yogyakarta. Waktu itu aku sampai di hotel Yogyakarta lagi sekitar pukul 9:30, masih sempat untuk menikmati sarapan hotel. Hahaha. Laper lagi soalnya…

Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Hampir tiap sudutnya photogenic!
Sunrise Borobudur dari Hotel Manohara
Habis itu bisa sarapan cantik~

Menikmati sunrise emang bisa di mana aja. Tapi kalau lagi ada rezeki liburan ke daerah Yogyakarta, boleh banget buat melipir ke Candi Borobudur di waktu subuh dan nikmatin sunrise-nya. Rasanya beda deh sama yang biasanya!

Ada yang tertarik buat berburu sunrise di Candi Borobudur?

——————————————————————————–

Let’s connect! 

I don’t bite 😀

-7.6078738110.2037513

Pengalaman VW Tour Magelang, dari Borobudur Sampai Gereja Ayam

Salah satu itinerary yang menurutku menarik dari outing kantor akhir September kemarin adalah VW Tour Magelang. Kalau lihat dari foto-fotonya di internet, kelihatannya sih mirip-mirip sama Lava Tour Merapi. Bedanya, Lava Tour itu naik jeep, dan medannya adalah tanah bekas lahar Gunung Merapi yang naik-turun. Sementara VW Tour cenderung lebih santai, cuma keliling desa aja.

VW Tour Magelang
VW Tour Magelang

Di blog post kali ini, aku bakal sharing pengalaman seru VW Tour Magelang. Simak selengkapnya di bawah ini ya!

Pengalaman VW Tour Magelang, dari Borobudur Sampai Gereja Ayam

VW Tour dimulai dari Balkondes (Balai Ekonomi Desa) Borobudur. Waktu itu kami sampai di Stasiun Yogyakarta sekitar pukul 06:00, lalu melanjutkan perjalanan ke sini dengan bus.

Di Balkondes, kami dipersilakan untuk sarapan, sikat gigi, dan ganti baju terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas. Sebenarnya bisa saja sih mandi, tapi karena rombongan, jadi bakal rebutan dan ngerepotin banget. Jadi mending lap-lap pakai tisu basah aja deh. Hahaha.

Balkondes Borobudur
Istirahat di Balkondes Borobudur
Sarapan gudeg di Balkondes
Sambil sarapan gudeg tentunya~

Menu sarapan di Balkondes adalah gudeg, krecek, dan gorengan. Semua terasa nikmat, karena perjalanan semalam suntuk membuat kami kelaparan.

Sekitar pukul 09:00, VW Tour Magelang dimulai! 1 mobil VW bisa memuat 4 orang, 1 duduk di samping supir, dan 3 di bagian belakang.

Tujuan Pertama: Candi Pawon

Pemberhentian pertama kami adalah Candi Pawon. Letaknya nggak jauh dari Balkondes dan Candi Borobudur.

Jalan-jalan VW Tour Magelang
Candi Pawon
Candi Pawon

Menurut catatan sejarah, Candi Pawon ini merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra, ayah dari Raja Samarrattunggga dari Dinasti Syailendra. Nama “Pawon” berasal dari kata pawuan, yang artinya tempat penyimpanan awu (abu). Candi ini cuma satu bangunan, jadi kalau dikunjungi 1 rombongan besar, rasanya jadi sempit sekali.

Kegiatan selama di Candi Pawon ini cuma foto-foto. Keterangan soal sejarah candi ini bisa dibaca pada papan di depannya. Sayangnya, nggak ada tour guide yang bisa menjelaskan lebih lanjut, terutama soal relief-nya.

Tujuan Kedua: Sawah dan Perkebunan Tembakau

Karena judulnya keliling Magelang, jadi kami melewati banyak sudut desa. Mulai dari perumahan, area wisata, sampai dengan perkebunan. Yang paling banyak adalah sawah dan tembakau.

Jalan-jalan di perkebunan tembakau Magelang
Jalan-jalan melewati perkebunan tembakau

Jujur, aku baru tau banget kalau di Magelang banyak perkebunan tembakau. Sepanjang perjalanan dengan VW Tour Magelang, kami melewati banyak perkebunan tembakau. Sesekali kami berhenti untuk foto-foto, tapi tanpa turun dari mobil VW sayangnya.

Di mobil VW, supir sudah menyiapkan beberapa topi caping untuk properti foto. Gemas sekali!

Foto-foto VW Tour Magelang
Foto-foto dengan caping di atas mobil VW

Tujuan Ketiga: Gereja Ayam

Kalau nonton film Ada Apa dengan Cinta yang ke-2 pasti mengenal bangunan ini. Ya, jadi ada adegan dalam film itu, ketika Rangga membawa Cinta ‘kencan’ subuh-subuh ke Gereja Ayam. Judulnya buat menyaksikan matahari terbit.

Ini adalah tujuan terakhir dalam VW Tour pagi itu. Kami parkir di bawah, lalu jalan nanjak ke atas, menuju gereja ayam. Track-nya lumayan terjal dan bikin pegal sih. Sampai atas ada warung-warung yang jual air minum. Lumayan buat penyegaran~

Di dalam Gereja Ayam
Hall di dalam Gereja Ayam. Menunggu antrian ke puncak mahkota
Gereja Ayam Magelang
Tulis harapan, lalu tempelkan di papan ini

Aku pikir ini adalah “Gereja Ayam”, alias tempat ibadah untuk agama nasrani, tapi bentuk bangunannya adalah ayam. Tapi setelah ngobrol dengan penjaganya, menurut mereka bangunan ini lebih cocok dikatakan sebagai “Rumah Ibadah”, karena di dalamnya ada ruangan ibadah untuk semua agama. Mulai dari musola, altar Buddha, sampai dengan hall besar seperti di dalam gereja.

Kafe di Gereja Ayam
Jajanan di kafe Gereja Ayam

Di bagian belakang Gereja Ayam ini ada kafe kecil, jualan kopi, thai tea, sampai dengan gorengan. Kalau ditanya bagaimana rasanya, sebenarnya biasa-biasa aja sih. Yang spesial adalah pemandangan dari kafe ini. Kami bisa duduk-duduk, menyeruput minuman, sambil menikmati hamparan sawah dan perkebunan yang hijau, dengan latar bukit. Adem banget!

VW Tour Magelang
Lihat yang hijau-hijau gini emang bikin mata adem

Setelah itu, kami kembali lagi ke Balkondes Borobudur tempat kami kumpul pertama kali. Sudah hampir masuk waktu makan siang saat itu, jadi sinar matahari juga sudah terasa lebih menyengat. Tapi, tentu saja ini merupakan pengalaman yang amat menyenangkan!

Kalau diajakin lagi VW Tour, dengan senang hati aku mau~

BACA JUGA: Pengalaman Berburu Borobudur Sunrise dari Hotel Manohara